Postingan

Menampilkan postingan dari 2018
Gambar
OPERATOR SEKOLAH BUKAN KULI Operator sekolah atau ngetren dengan istilah OPS. Mulai tahun 2012 an, OPS di jenjang pendidikan dasar adalah bagian tugas tambahan yang punya peranan penting sebagai bagian administrasi sekolah. Namun semakin ke sini, OPS (lebih lebih di jenjang SD), menjadi pekerjaan yang super WOW.  Elegan...nampaknya. Namun riweuh di dalamnya. Loba teuing pagawean OPS teh. Lebih banyak dari kepala sekolah, guru kelas, bendahara dan lainnya. Ana mantan OPS. Ana t au gimane rasanye kalau lagi ngejar-ngejar sinyal. Lebih lelah daripada ngejar gebetan lho.. (upss). Secara SD ana bukan SD percontohan yang was wis wus sinyal nya. Lalu, ngapain kudu ngejar sinyal? Emang sinyal ga bisa diikat apa? Beli tah gembok sama kuncinya. Wakwauuu....(Rasanya, hanya sesama OPS yang ngerti jawabnya ya). Selain itu, gue kudu sering bangun malem guys ... Bukan untuk sholat dan bermunajat, tapi buat ngoprek kerjaan OPS, karena kalau malam, sinyal lebih stabil... Astagh...

CURHAT

Gambar
CURHAT Mengapa kau berhenti, Nak? Pendidikan terhadap anak itu tanggung jawab orangtua. Guru bisa menjadi salah satu media dan sumber belajar yang bisa diajak oleh orangtua untuk berkolaborasi mendidik buah hatinya. Bukan mutlak tanggungjawab guru semata ya. Adapun membangun suasana belajar di sekolah memang tugas guru. Namun, orangtua juga wajib memonitor suasana belajar anak di rumah. Jangan njomplang. Jangan nge gap. Jangan berbeda alur, visi, dan misi. Kalaupun berbeda fasilitas, sarana, dan prasarana, itu bukan hal important untuk membangun suasana belajar. Lahir batin anak harus terus disupply dengan ruh-ruh dan nafas pendidikan. Jiwa guru akan terusik jika orangtua kurang ngeuh dengan apa yang dibutuhkan anaknya. Batin guru akan terluka ketika kebutuhan pendidikan anak diabaikan orangtuanya. Guru bisa apa? Jika orangtua berkata No. Anak menginginkan Yes. Memoderatori, sudah. Memfasilitasi, sudah. Tapi kekuatan guru tidak sepowerfull orangtuanya. Sehingga riak-riak sedi...